Norbaiti: Peran Posyandu Sangat Penting Cegah Stunting

img

SENDAWAR ,Ketua  Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga ( TP PKK) Provinsi Kaltim  Hj Norbaiti Isran Noor  mengatakan,  Posyandu merupakan garda utama pelayanan kesehatan bayi dan balita di masyarakat. Sesuai tujuan dibentuknya posyandu adalah untuk percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) melalui pemberdayaan masyarakat . Menurutnya, sasaran kegiatan posyandu tidak hanya anak balita saja, tetapi juga  untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan terfokus pada pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB), imunisasi, gizi , serta upaya  pencegahan  stunting.

“ Peran posyandu dalam penanggulangan stunting  sangatlah penting, khususnya upaya pencegahan stunting pada masa balita. Melalui pemantauan pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita yang dilakukan satu bulan sekali melalui pengisian kurva KMS, balita yang mengalami permasalahan pertumbuhan dapat dideteksi sedini mungkin, sehingga tidak jatuh pada permasalah pertumbuhan kronis atau stunting,” kata  Norbaiti saat membuka pertemuan lintas program dan lintas sektoral (LP/LS) dalam rangka penguatan intervensi suplemen gizi di desa  lokus stunting  di Kutai Barat, yang digelar  digedung  PKK Kabuoaten Kutai Barat, Juma (8/11/2019).

Ditambahkan, Balita yang dideteksi mengalami gangguan pertumbuhan tentunya segera ditindaklanjuti melalui rujukan ke fasilitas kesehatan Puskesmas/rumah sakit, atau segera mendapatkan Konseling, Informasi dan Edukasi (KIE) terkait penatalaksanaan gangguan pertumbuhan yang dialaminya oleh petugas atau kader posyandu.

Pelaksanaan posyandu yang  efektif sesuai dengan petunjuk teknis tentunya akan menurunkan kejadian stunting  pada balita, terutama  pemberian penyuluhan kesehatan oleh kader dan pelayanan kesehatan oleh petugas kesehatan. Namun terkadang    kurangnya minat orangtua membawa balitanya ke posyandu,

“ Dibutuhkan suatu upaya revitalisasi lintas program dan sektoral dalam meningkatkan kinerja posyandu di wilayah, sehingga posyandu secara nyata dapat mendorong penanggulangan stunting  dimasing –masing  daerah,”  tandasnya.

Menurut  Norbaiti , Revitalisasi Posyandu adalah sebagai upaya pemenuhan kebutuhan kesehatan dasar dan peningkatan status gizi masyarakat termasuk dalam upaya pencegahan stunting  yang  terdapat didaerah. Maka dari itu  diharapkan posyandu dapat terus diaktifkan  guna memberkan pelayanan kepada bayi dan balita. 

“ Oleh karena itu, untuk meningkatkan kemampuan setiap keluarga dalam memaksimalkan potensi pengembangan kualitas sumber daya manusia, diperlukan upaya Revitalisasi Posyandu sebagai unit pelayanan kesehatan dasar masyarakat yang langsung dapat dimanfaatkan untuk melayani pemenuhan kebutuhan dasar pengembangan kualitas manusia dini, sekaligus merupakan salah satu  upaya dadalam pencehan stunting dimasing –masing daerah.(mar/poskotakaltimnews.com)